Posko Aspirasi Masyarakat Desa


Membahas wacana aspirasi masyarakat desa, tentu tidak sanggup terlepas dari kiprah Badan Permusyawaratan Desa atau disingkat BPD. Karena berdasarkan regulasi yang mengatur wacana BPD, menyatakan kiprah penting BPD dalam menggali aspirasi masyarakat desa.

Di dalam Permendagri 110 tahun 2017 dan juga di dalam UU Nomor 6 tahun 2014, menyebutkan wacana fungsi BPD, salah satunya adalah: Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa.

Oleh alasannya ialah itu, BPD mempunyai kiprah penting untuk menggali aspirasi dari masyarakat guna disalurkan kepada yang berwenang untuk kemudian dijadikan sebagai aliran pelaksanaan pemerintahan desa yang mana diwujudkan dalam planning kegiatan pembangunan.

Posko Aspirasi masyarakat ialah salah satu cara yang sanggup dilakukan untuk menyerap aspirasi warga. Posko merupakan kawasan yang disediakan oleh BPD untuk didatangi warga masyarakat yang hendak memberikan aspirasi.

Bukan cuma itu saja, untuk lebih mempermudah masyarakat dalam memberikan unek-uneknya, BPD juga sanggup menciptakan kotak aspirasi dan juga nomor WA atau SMS yang sanggup dipakai untuk memberikan aspirasi.

Beberapa pola di bawah ini, merupakan desa-desa yang telah menerapkan posko pengaduan masyarakat:

Desa Banjar Launching Kotak Aspirasi


Menurut Ketua BPD Desa Banjar Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, Bapak Ma'ruf, kotak aspirasi ini merupakan langkah pemerintah desa Banjar untuk menawarkan peluang seluruh warga masyarakat desa untuk menyampaikan  aspirasi dan unek-unek mereka. sehingga saat aspirasi banyak yang masuk, maka kita sanggup menentukan dan memilah apa yang menjadi kebutuhan warga masyarakat. Agar pelaksanaan pembangunan sempurna sasaran.

“Kotak Aspirasi ini tujuannya ialah untuk menawarkan peluang terhadap masyrakat yang tidak berani memberikan aspirasi atau berbicara didepan umum. jadi, secara tidak eksklusif juga ikut membantu desa dalam perencanaan pembangunan yang bersifat partisipatif” paparnya.

Dengan demikian, lanjut Ketua BPD, Kotak aspirasi tersebut sebagai sarana awal untuk melaksanakan pramusdes, ini akan kita lakukan setiap tahun. dan kotak aspirasi tersebut akan kita tempatkan lima titik sudut desa Banjar.

“Jadi harapannya dengan adanya kotak aspirasi, masyarakat tidak lagi merasa dikesampingkan oleh pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan” ujarnya.

Ketua BPD menjelaskan,ini untuk  mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi. sehingga masyarakat merasa terfasilitasi. Dengan kotak aspirasi ini, masyarakat sanggup memberikan aspirasi melalui form yang dibagikan. kemudian dimasukan kedalam kotak aspirasi yang sudah ditempatkan dilima titik.

“Masyarakat sanggup memberikan aspirasi mencakup lima bidang, Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, Bidang Pembinaan, Bidang Pemberdayaan dan Bidang Penanggulangan Bencana” katanya.

Terkait anjuran yang masuk kedalam kotak aspirasi, nanti akan di pilah dan ditabulasi oleh tim yang ditunjuk. Sehingga sanggup diketahui mana yang akan menjadi prioritas tahun anggaran 2020.

“Aspirasi yang masuk dari masyarakat akan disampaikan kembali pada waktu lembaga musdes, tentunya yang sudah masuk prioritas di RKP Des Tahun 2020” katanya.

Koordinator kegiatan Kompak di Kabupaten Trenggalek, Trigus. Berpesan kepada seluruh warga masyarakat sanggup memakai kotak aspirasi tersebut dengan sebaik-baiknya, serta masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan aspirasi. Karena semenjak adanya UU No 6 Tahun 2014 masyarakat menjadi bab terpenting dalam perencanaan pembangunan diDesa.

” Harapannya kegiatan KOMPAK yang berafiliasi dengan SEKNAS FITRA ini, sanggup meningkatkan kesadaran masyarakat dan lebih aktif dalam mendorong pembangunan yang berkualitas kepada seluruh masyarakat desa Banjar Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek,” tuturnya.

Dari launching ini sore tadi Jam 14.00-15.58 sudah ada 53 yang masuk dalam kotak aspirasi. Alhamdulillah ini titik awal respon dari masyarakat yang baik. 

” Makara harapannya selain itu, masyarakat desa juga tahu atas anggaran yang ada didesa,” pungkasnya.

Masyarakat Desa Sawahan Sambut Baik Pekan Aspirasi


Ketua BPD Desa Sawahan Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, Bapak Narto mengatakan, pekan aspirasi di Desa Sawahan disambut senang warga. Karena melalui pekan aspirasi, BPD sanggup eksklusif bertemu masyarakat.

“Sebelumnya belum pernah dilakukan. Seperti mengunjungi warga disabilitas, lansia, anak dan perempuan,” kata , Kamis 17 Oktober 2019..

“Kami juga berterima kasih kepada Seknas FITRA dan Kompak yang mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Narto mengatakan, pekan aspirasi akan menjadi planning kerja tahunan. BPD akan melaksanakan pekan aspirasi ini yang waktunya akan diadaptasi dengan kondisi desa.

Waktu pelaksanaannya sebelum Musdes diselenggarakan. Sehingga aspirasi masyarakat sanggup eksklusif menjadi prioritas dalam penyusunan RKPDes.

Pekan aspirasi ini dirasakan sebagai upaya jemput bola. Menggali kebutuhan masyarakat yang sangat efisien dan efektif. Karena masyarakat dengan leluasa memberikan permasalahan dan kebutuhannya.

Sebelumnya masyarakat jikalau diundang menghadiri pertemuan Musdus, masih ada yang tidak mau atau takut bicara di depan umum. Beberapa anggota BPD juga gres menyadari bahwa penggalian aspirasi warga ialah salah satu kiprah dan fungsi BPD.


“Saya selaku pembina Tim Perumus RKPDes 2020 membuka seluas – luasnya kepada masyarakat yang menjadi prioritas menyerupai penyediaan air bersih. Untuk memasukan aspirasinya kedalam draft RPKDes 2020. Begitupula informasi – informasi lainnya yang menjadi prioritas,” ungkap Kepala Desa Sawahan, Tamyis.

Manfaat lain yang dirasakan selama Pekan Aspirasi, berdasarkan tokoh masyarakat Mukani, salah satu penerima pekan aspirasi, banyak duduk kasus – duduk kasus yang ada di masyarakat yang sebelumnya tidak diketahui. Karena dengan adanya pekan aspirasi masyarakat desa gotong royong sanggup tahu hingga ke lapisan terbawah masyarakat.

Penggalian aspirasi sebelumnya tidak terlalu efisien atau efektif alasannya ialah BPD hanya berpatokan pada Musdus/Musdes atau menunggu masyarakat tiba ke sekretariat BPD, untuk memberikan aspirasi.

Pekan aspirasi BPD ini melibatkan beberapa tokoh masyarakat desa. Untuk membantu BPD dalam menjangkau masyarakat desa yang lebih luas.

"Masyarakat pada hari ini bukan pada waktunya untuk takut memberikan aspirasi. Karena semenjak munculnya UU Desa, masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan desa," Sambung Trigus Koordinator Program Kompak di Kabupaten Trenggalek.

Sebelumnya masyarakat desa, belum memanfaatkan wadah penyampaian aspirasi/menerima laporan  yang disediakan oleh BPD. Dalam penggalian aspirasi BPD belum terjangkau alasannya ialah BPD hanya mendapatkan laporan dari masyarakat di sekretariat atau mengumpulkan warga sesuai RT setiap dusunnya.

Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk menawarkan pemahaman kepada masyarakat. bahwa masyarakat berdaulat atas anggaran.

Subscribe to receive free email updates: